Sisi Gelap Pinjaman Online: Penyalahgunaan Identitas oleh Oknum Tidak Bertanggungjawab

 Nama : Adelia Fara Deva

NIM : 205110201111030

Kelas : Jurnalistik B


Sisi Gelap Pinjaman Online: Penyalahgunaan Identitas oleh Oknum Tidak Bertanggungjawab

https://asset-2.tstatic.net/jakarta/foto/bank/images/ilustrasi-pinjaman-online.jpg

Illustrasi Pinjaman Online. Sumber gambar: https://jakarta.tribunnews.com/

Pinjaman Online atau kerap disebut Pinjol seolah menjadi andalan atas masalah hidup anak muda yang mengejar gaya elite dengan dana sulit. Tapi bagaimanapun, namanya hutang, ya harus dibayar. Ketika tidak bisa membayar tepat waktu, maka masalah hidup baru akan terpicu. Mulai dari cara gali lubang tutup lubang, hingga mengontak kawan lama untuk pinjam seratus dengan dalih supaya silaturahmi tak terputus pun ditempuh. 

Mawar (21) akhirnya dapat bernapas lega di bulan Oktober setelah berhasil melunasi pinjaman online yang melilitnya hingga harus mendapat teror dari customer service berupa panggilan telepon yang sehari bisa 37 kali tanpa henti. Bahkan ia sampai terpaksa mematikan akses komunikasi di teleponnya demi dapat menjalani kegiatan dengan normal. 


Dikira Difoto Random oleh Kakak Ketika Pulang ke Rumah, Ternyata Wajahnya Di-scan untuk Pinjaman Online

“Aku punya akun online shop, di rumah aku tok yang pake, jadi kek orang rumah kalo mau beli nyuruh aku gitu. Lama-lama males, terus yaudah aku bilang beli sendiri aja. Itu di hp ibuku, soalnya hpku ga muat memorinya kalo kebanyakan buat aplikasi. Jadi kek akunku itu dipakailah bersama.” Terangnya pada 24 Oktober 2023. 

Awalnya semua berjalan normal. Mereka menggunakan akun online shop itu sebagaimana mestinya. Namun, setelah ada fitur paylater, persoalan pun mulai bermunculan. Pelaku utama dari kasus ini tak lain adalah Kakak kandung dari Mawar. Waktu awal fitur tersebut ditambahkan, belum ada kewajiban untuk scan wajah, jadi Kakaknya dengan leluasa dapat mengggunakannya. Awalnya membeli sepatu, kemudian ditambah jaket padahal cicilan sepatu belum lunas. Belum puas, ditambahkannya lagi earphone bluetooth dalam daftar cicilan tersebut. 

Belum selesai dengan cicilan paylater, pinjaman online pun dipinang. Mawar akhirnya mengetahui perbuatan Kakaknya ketika notifikasi paylater dan pinjaman online muncul bersamaan. 

“Tiba-tiba pas aku balik tuh notif tiap tgl 20-an tuh ada dua, later sama pinjam. Usut punya usut ternyata pas lebaran aku pulang, masku itu ngambil pinjaman online. Nah, scan wajahnya ya pas aku lagi di rumah tiba-tiba aja gitu scan wajah. Kukira mah buat foto atau aplikasi apa gitu. Kek tiba-tiba udah ngambil pinjaman aja yaudah lah pasrah.”  Jelasnya.


Melunasi Hutang yang Ia Tidak Ikut Gunakan

Dalam kurun waktu setahun, Kakak dari Mawar masih ikut membayar sekitar setengahnya meskipun telat-telat dan kadang kurang, ada Mawar dan orang tuanya yang ikut membantu. Namun, empat bulan terakhir benar-benar susah bayar dan di dua bulan terakhir akhirnya Kakaknya lepas tangan. Ia tak memiliki pilihan lain, mengingat kini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintegrasikan data pinjaman online ke dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang sebelumnya dikenal sebagai BI Checking.

“Awalnya nyicil-nyicil, aku ikut kan soalnya aku ada ngambil paylater juga (Ia pernah menggunakan paylater satu kali untuk beli rak gantungan baju karna kamar kostnya lembab dan membuat pakaiannya berjamur). Tapi lama-lama kek nunggak-nunggak gitu dan denda-denda. Ibuku juga ikutan direpotin buat nyicil. Lama-lama ortuku marah ya orang ga make kok disuruh bayar, akhirnya lepas tangan. Yaudah kek nunggak-nunggak terus gitu, aku di Malang masku di rumah, kan susah ya. Dihubungi pun cuma besok-besok mulu tapi ga dibayar-bayar, sedangkan waktu jalan terus. Otomatis mau gamau aku lah yang tanggungjawab. Soalnya benar-benar diteror gitu, tiap jam ditelepon sama cs-nya. Kamu liat kan waktu itu sampe berapa puluh missed call. Benar-benar ga tenang, apalagi itu pakai namaku. Jadi nanti aku yg kena.” Kata Mawar.


Didiamkan Malah Benar-benar Diam

Setelah semua yang terjadi, Mawar akhirnya mengganti password dan hanya ia yang memegang akun online shop-nya sendiri. Kakaknya sudah tidak memiliki akses ke akun tersebut. Tak pernah juga Kakaknya itu membahas perihal hutang yang tak pernah dibayarnya. Akhirnya masalah ini dianggap angin lalu. Meskipun sangat dirugikan, Mawar akhirnya mendapat ketenangan. 



Sumber: Mawar (Nama Samaran), diwawancarai oleh Adelia Fara Deva, Oktober 2023, Malang.






Komentar